Rp
30–150 Juta
Pricing10 Mei 2026·14 menit baca·Alba Tech
Daftar Pertanyaan
  1. Mengapa ada "missing middle"
  2. 4 tipe website per goal bisnis
  3. Breakdown komponen biaya
  4. Range harga per kompleksitas
  5. Kapan butuh > Rp 150jt
  6. Red flag vendor
  7. Hidden cost yang sering terlupa
  8. Bandingkan 3 quote vendor
  9. Siapa yang mengerjakan
  10. Cara Alba Tech quote
  11. Pertanyaan diagnostik
  12. Investasi vs spending

Investasi Website Bisnis di Jakarta: Panduan Jujur Rp 30-150 Juta (untuk Perusahaan yang Sudah Berjalan)

Diperbarui Mei 2026 — 14 menit baca

Kalau Anda search "harga jasa pembuatan website Jakarta," Google akan kasih dua dunia yang tidak nyambung dengan kebutuhan Anda.

Dunia pertama: Rp 99.000 sampai Rp 5 juta. Sribu, Fastwork, freelancer marketplace, paket hosting + AI builder. Cocok untuk personal blog, UMKM yang baru mulai, atau project validasi. Tidak cocok untuk bisnis yang sudah berjalan dengan revenue puluhan miliar dan reputasi yang harus dijaga.

Dunia kedua: "Hubungi kami untuk quote." Software house enterprise yang melayani BUMN, perbankan, dan korporasi besar. Kalau Anda tanya budget, sales mereka akan tanya balik dengan diplomatis: "Project Bapak/Ibu kompleksitasnya seperti apa?" — kemudian quote yang keluar Rp 200-500 juta+ untuk hal yang Anda kira "cukup website biasa."

Kemana perginya range yang sebenarnya — Rp 30-150 juta untuk website bisnis yang serius tapi tidak enterprise?

Range ini hampir tidak ada yang bahas dengan jujur. Kami akan membahasnya di artikel ini — bukan dari sisi marketing, tapi dari sisi operasional: berapa biaya yang sebenarnya dikeluarkan vendor untuk membangun website pada level kualitas tertentu, dan apa yang Anda dapat di setiap range harga.

Kalau Anda owner bisnis menengah yang sudah berjalan 3-10 tahun, revenue tahunan Rp 5-200 miliar, dan butuh website yang benar-benar bekerja sebagai aset bisnis (bukan brosur digital), artikel ini ditulis untuk Anda.


Mengapa Pasar Website Punya "Missing Middle"

Sebelum masuk ke angka, penting paham dulu kenapa range Rp 30-150 juta jarang dibahas dengan transparan.

Vendor murah (Rp 500K-5jt) punya model bisnis volume. Mereka butuh ratusan klien per bulan. Margin per project tipis, dikompensasi dengan template siap pakai dan proses cepat. Kualitas kustomisasi rendah — tapi itu bukan masalah karena klien target mereka memang tidak butuh kustomisasi.

Vendor enterprise (Rp 200jt+) punya model bisnis high-touch. Mereka butuh 10-20 klien besar per tahun. Margin per project tebal, dikompensasi dengan tim besar (PM, BA, multiple developer, QA, DevOps). Compliance dan governance tinggi.

Range tengah (Rp 30-150jt) susah secara ekonomi karena:

  • Terlalu mahal untuk klien yang biasa beli template Rp 5jt — mereka bingung "kok mahal sekali"
  • Terlalu murah untuk klien enterprise yang biasa spend Rp 500jt — mereka bingung "kok murah sekali, pasti kualitasnya buruk"
  • Vendor di range ini perlu jelaskan banyak setiap project — high education cost
  • Margin tipis di range bawah, butuh efisiensi operasional yang sulit di-achieve

Akhirnya banyak vendor menghindar dari range ini — mereka pilih jadi vendor murah atau pretend jadi vendor enterprise dengan markup besar.

Padahal mayoritas bisnis menengah Indonesia ada di range ini. Bisnis dengan revenue Rp 5-200 miliar yang butuh website serius tapi tidak butuh stack enterprise lengkap.

Artikel ini buat Anda yang ada di range itu.


Tipe Website Berdasarkan Goal Bisnis (Bukan Berdasarkan Fitur)

Sebelum bicara angka, definisikan dulu apa goal bisnis website Anda. Banyak project gagal karena vendor dan klien tidak align di sini sejak awal.

Tipe 1: Website Sebagai Brand Statement

Goal: menyampaikan kredibilitas dan positioning premium ke calon klien yang sudah cari brand Anda.

Bisnis di tipe ini biasanya: konsultan profesional, law firm, design agency, premium service provider, brand B2B yang positioning-nya butuh visual yang sangat tinggi.

Yang dibeli: kualitas desain visual, copywriting yang tajam, performa loading yang cepat. Bukan banyak fitur — justru sering kali sederhana, tapi setiap pixel diperhatikan.

Investasi realistis: Rp 30-80 juta

Tipe 2: Website Sebagai Sales Channel

Goal: mengkonversi traffic jadi leads atau penjualan langsung.

Bisnis di tipe ini biasanya: B2B service provider yang lead gen via Google Ads, real estate developer, education provider, healthcare clinic, professional services dengan funnel jelas.

Yang dibeli: landing page conversion-optimized, lead capture flow, integrasi CRM, analytics deep, A/B testing capability. Desain matters tapi kalah penting dari conversion rate.

Investasi realistis: Rp 40-100 juta

Tipe 3: Website Sebagai Operational Hub

Goal: website + sistem yang dipakai operasional sehari-hari (booking, member portal, custom workflow).

Bisnis di tipe ini biasanya: school dengan portal orangtua, klinik dengan booking system, retail dengan customer account, B2B distribution dengan reseller portal.

Yang dibeli: fungsi yang di-customize sesuai workflow bisnis, integrasi ke sistem internal, role management, automation. Desain penting tapi prioritas adalah fungsionalitas.

Investasi realistis: Rp 60-150 juta

Tipe 4: Website Sebagai Sumber Revenue Langsung

Goal: e-commerce atau marketplace yang menghasilkan revenue langsung.

Bisnis di tipe ini biasanya: D2C brand, retail multi-product, marketplace niche, subscription service.

Yang dibeli: product catalog robust, payment gateway multi-channel, inventory sync, customer account, analytics revenue. Stakes tinggi karena every minute downtime = lost revenue.

Investasi realistis: Rp 80-200 juta+


Breakdown Komponen Biaya yang Jarang Vendor Bahas

Ketika vendor quote Rp 80 juta untuk website, sebenarnya uang itu pergi ke mana? Berikut breakdown yang biasanya tidak dibahas terbuka.

1. Discovery & Planning (15-20% dari total)

Workshop dengan stakeholder, requirement gathering, sitemap, user flow, content strategy, technical architecture decision.

Untuk project Rp 80 juta: 1-2 minggu kerja, biaya proporsional Rp 12-16 juta.

Yang sering dipotong vendor murah: discovery di-skip atau dipadatkan jadi 1 hari WhatsApp call. Klien akhirnya dapat website yang tidak align dengan goal bisnis.

2. UI/UX Design (20-25% dari total)

Wireframe, visual design (desktop + mobile + tablet), interactive prototype, design system, asset preparation.

Untuk project Rp 80 juta: 2-3 minggu kerja designer, biaya proporsional Rp 16-20 juta.

Yang sering dipotong vendor murah: pakai template yang dimodifikasi sedikit. Hasil: website kelihatan generic dan "seperti template yang dipakai 100 bisnis lain."

3. Frontend Development (20-25% dari total)

Implementasi visual jadi kode yang berfungsi. Pixel-perfect, responsive, animation, accessibility, performance optimization.

Untuk project Rp 80 juta: 3-4 minggu kerja developer, biaya proporsional Rp 16-20 juta.

Yang sering dipotong vendor murah: pakai builder visual (Wordpress dengan Elementor, dll). Hasil cepat tapi performa buruk dan susah maintain. Skor PageSpeed sering di bawah 50, padahal Google ranking butuh 80+.

4. Backend Development (15-25% dari total)

Database design, API, authentication, integration ke pihak ketiga, admin dashboard, business logic.

Untuk project Rp 80 juta: 2-4 minggu kerja, biaya proporsional Rp 12-20 juta.

Yang sering dipotong vendor murah: pakai plugin Wordpress yang ada bug, security holes, dan tidak custom dengan workflow Anda.

5. CMS / Admin Panel (5-10% dari total)

Tempat tim Anda update konten tanpa harus minta bantuan vendor. Bisa Wordpress, Sanity, Contentful, atau custom admin.

Untuk project Rp 80 juta: 1 minggu kerja, biaya proporsional Rp 4-8 juta.

Yang sering dipotong vendor murah: tidak ada CMS atau CMS yang sangat terbatas. Setiap update kecil harus minta vendor — billable.

6. Testing & QA (10% dari total)

Manual testing, automated testing, cross-browser testing, mobile testing, performance testing, security testing.

Untuk project Rp 80 juta: 1-2 minggu kerja QA, biaya proporsional Rp 8-12 juta.

Yang sering dipotong vendor murah: testing di-skip atau dilakukan oleh developer yang sama (yang biasanya buta terhadap bug code mereka sendiri). Hasil: bug muncul setelah live, klien yang jadi tester.

7. Deployment & DevOps (5% dari total)

Setup hosting, domain configuration, SSL, CDN, monitoring, backup automation, deployment pipeline.

Untuk project Rp 80 juta: 2-3 hari kerja, biaya proporsional Rp 4 juta.

Yang sering dipotong vendor murah: pakai shared hosting murah (Rp 500K/tahun) tanpa proper backup atau monitoring. First crash = data hilang.

8. Project Management (10-15% dari total)

PM yang menengahi komunikasi, track progress, manage scope, koordinasikan tim. Tidak menulis code tapi krusial untuk project tidak meleset.

Untuk project Rp 80 juta: alokasi PM tertentu, biaya proporsional Rp 8-12 juta.

Yang sering dipotong vendor murah: tidak ada PM. Klien jadi PM tanpa dibayar — meeting setiap hari, follow up developer, manage scope sendiri.

Total Breakdown untuk Project Rp 80 Juta

KomponenPersentaseBiaya
Discovery & Planning17%Rp 14 juta
UI/UX Design22%Rp 18 juta
Frontend Development22%Rp 18 juta
Backend Development15%Rp 12 juta
CMS / Admin Panel6%Rp 5 juta
Testing & QA11%Rp 9 juta
Deployment & DevOps4%Rp 3 juta
Project Management11%Rp 9 juta
Margin vendor7%Rp 6 juta
TOTAL100%Rp 80 juta

Catatan: margin yang terlihat tipis ini realistis untuk software house yang serius. Mereka bertahan dari volume project + retainer maintenance, bukan dari markup tinggi per project.


Range Harga Berdasarkan Kompleksitas

Rp 30-50 Juta — Profesional Foundation

Cocok untuk: company profile premium, brand B2B yang butuh kredibilitas digital tanpa fungsi kompleks.

Yang Anda dapat:

  • Custom design (bukan template)
  • 5-10 halaman dengan struktur konten yang dipikirkan
  • Mobile responsive proper di semua device
  • CMS basic untuk update konten
  • SEO foundation (meta, sitemap, schema, performance)
  • Form contact dengan email notification
  • Hosting + domain tahun pertama

Yang TIDAK Anda dapat di range ini:

  • Custom backend complex
  • E-commerce dengan payment gateway full
  • Member area atau login system
  • Integrasi ke sistem internal
  • Multi-language (kecuali sederhana)

Timeline realistis: 6-10 minggu

Contoh real: website company profile B2B service provider, brand premium yang fokus credibility.

Rp 50-80 Juta — Business-Grade

Cocok untuk: website dengan funnel jelas, lead generation aktif, atau workflow sederhana.

Yang Anda dapat (additional dari range sebelumnya):

  • Landing page conversion-optimized
  • Form complex dengan logic branching
  • Integrasi CRM (HubSpot, Mailchimp, atau custom)
  • Analytics deep (event tracking, heatmap, A/B testing setup)
  • SEO advanced (content strategy, internal linking, schema multiple)
  • Blog system dengan author management
  • Multi-language proper (i18n)
  • WhatsApp / chat integration
  • Performance optimization (Core Web Vitals 90+)

Yang TIDAK Anda dapat di range ini:

  • E-commerce complex dengan inventory + payment + shipping
  • Custom workflow sistem operasional
  • Mobile app companion
  • Real-time features

Timeline realistis: 10-14 minggu

Contoh real: website lead-gen untuk B2B service, education provider dengan funnel admission, real estate developer.

Rp 80-120 Juta — Operational Hub

Cocok untuk: website yang terintegrasi dengan operasional bisnis — booking, member, custom workflow.

Yang Anda dapat (additional dari range sebelumnya):

  • Custom backend dengan business logic kompleks
  • Member area dengan role management
  • Booking / scheduling system
  • Integration ke sistem internal (ERP, CRM, accounting existing)
  • Custom dashboard untuk admin/management
  • Notification system (email, WhatsApp, push)
  • Reporting modules
  • API untuk mobile app companion (kalau diperlukan)
  • Audit log dan compliance basics

Yang TIDAK Anda dapat di range ini:

  • Mobile app native (itu separate project Rp 100-300jt)
  • E-commerce dengan full inventory + multi-warehouse
  • Stack enterprise lengkap (microservices, dll)

Timeline realistis: 14-20 minggu

Contoh real: school portal dengan parent login, klinik dengan booking + record, B2B distribution dengan reseller portal.

Rp 120-150 Juta — Sales Engine

Cocok untuk: e-commerce serius atau platform yang revenue-generating langsung.

Yang Anda dapat (additional dari range sebelumnya):

  • E-commerce custom dengan product catalog robust
  • Multi payment gateway (Midtrans + Xendit + manual transfer)
  • Inventory sync ke sistem internal
  • Multi-channel order management
  • Customer account dengan order history
  • Loyalty / membership program
  • Promo & voucher system
  • Analytics revenue + cohort
  • Performance untuk traffic spike (sale event)
  • Customer support tools integrated

Yang TIDAK Anda dapat di range ini:

  • Multi-warehouse fulfillment yang sangat kompleks
  • Marketplace multi-vendor
  • Stack enterprise dengan microservices

Timeline realistis: 16-24 minggu

Contoh real: D2C brand dengan revenue bulanan menengah, retail dengan e-commerce + offline store sync, subscription service.


Kapan Anda Sebenarnya Butuh Lebih dari Rp 150 Juta

Beberapa konteks memang justified untuk budget di atas Rp 150jt — bukan markup tapi memang biayanya segitu:

Scale traffic yang ekstrem. Website yang harus handle 100,000+ concurrent users, butuh infrastructure lebih kompleks (load balancer, CDN tier-1, database scaling, monitoring 24/7).

Compliance regulated industry. Banking, asuransi, healthcare yang butuh OJK compliance, ISO 27001, audit trail proper, penetration testing third-party. Compliance work alone bisa Rp 100-300jt.

Multi-region / multi-language proper. Bukan sekadar Google Translate, tapi content management, currency, payment, tax, regulation per region.

Integration kompleks ke multiple sistem internal. Kalau bisnis Anda punya 5+ sistem internal yang harus sync (ERP + CRM + warehouse + accounting + HR), integration architecture sendiri bisa Rp 100jt+.

Mobile app sebagai bagian project. App iOS + Android native dengan backend yang shared dengan website biasanya double atau triple budget.

Kalau project Anda fit ke salah satu konteks ini, range Rp 200-500jt+ adalah masuk akal — bukan markup.


Red Flag Vendor di Range Rp 30-150 Juta

Karena banyak vendor di range ini "tidak proper," berikut tanda-tanda vendor yang akan menyusahkan Anda:

Quote terlalu cepat dan terlalu pasti. Project Rp 80jt tidak bisa di-quote dalam 30 menit pitch meeting. Vendor yang serius butuh discovery awal sebelum kasih angka final.

Tidak ada breakdown. "Rp 80jt all-in, kelar 3 bulan." Tanpa milestone, tanpa breakdown komponen, Anda tidak bisa verifikasi apakah harga itu fair.

Klaim tidak ada biaya tambahan, apapun yang terjadi. Realitanya scope akan berubah. Vendor yang janji "tidak ada extra" biasanya punya hidden cost di tempat lain.

DP terlalu besar (60%+ di awal). Vendor yang serius cash flow-nya tidak bergantung pada DP besar. DP 30-40% standar yang sehat.

Pakai Wordpress untuk semua project. Wordpress fine untuk konteks tertentu, tapi vendor yang pakai Wordpress untuk e-commerce kompleks atau aplikasi business-critical sebenarnya membatasi diri pada satu tools karena tidak punya capability lain.

Tidak ada portfolio di range project Anda. Mereka punya banyak project Rp 5jt dan beberapa Rp 200jt+, tidak ada di range Rp 50-100jt. Berarti mereka belum punya proven model untuk range Anda.

Janji timeline yang tidak masuk akal. Website company profile premium dalam 2 minggu? Mungkin. E-commerce custom dalam 6 minggu? Hampir pasti tidak.


Yang Tidak Selalu Anda Pikirkan

Ada beberapa "hidden cost" yang vendor jujur akan ingatkan, tapi vendor lain biarkan Anda discover sendiri nanti:

Domain & hosting tahun ke-2 dst. Tahun pertama biasanya included. Tahun ke-2 dst Rp 1-3 juta/tahun untuk shared hosting, Rp 5-15 juta/tahun untuk VPS/managed hosting yang proper.

SSL certificate. Free dari Let's Encrypt cukup untuk most cases. Premium SSL (extended validation) untuk e-commerce serius Rp 1-3 juta/tahun.

Maintenance bulanan. Rp 2-10 juta/bulan tergantung kompleksitas. Termasuk: bug fix kecil, security patch, update content support, monitoring.

Content & copywriting. Banyak vendor tidak include ini. Kalau Anda butuh copywriting profesional, alokasikan Rp 5-20 juta tambahan.

Photography & video. Visual asset original kelihatan jauh lebih premium dari stock photo. Profesional photoshoot Rp 10-30 juta untuk asset library.

SEO ongoing. Setup SEO termasuk dalam project. SEO ongoing (content marketing, link building, monitoring) adalah retainer terpisah Rp 5-30 juta/bulan.

Analytics setup advanced. Google Analytics basic gratis. Setup proper dengan event tracking, conversion goal, custom dashboard biasanya Rp 5-15 juta sekali setup.

Legal documents. Privacy policy, terms of service, cookie consent yang proper sesuai UU PDP. Legal professional Rp 5-20 juta sekali kerja.

Jujur, banyak hidden cost ini tidak harus Anda spend di awal. Tapi Anda harus tahu mereka ada supaya bisa rencanakan timeline budget jangka panjang.


Bagaimana Membandingkan Quote dari 3 Vendor

Kalau Anda sudah dapat quote dari 3 vendor di range Rp 30-150 juta dan bingung mau pilih yang mana, berikut framework praktis:

Step 1 — Normalisasi scope. Pastikan ketiganya quote untuk scope yang sama persis. Sering kali quote berbeda karena scope mereka berbeda — vendor A include 10 halaman + CMS + form, vendor B include 5 halaman + form saja. Bandingan apple to apple.

Step 2 — Bandingkan breakdown. Vendor yang transparan akan kasih breakdown per komponen. Vendor yang lump sum tanpa breakdown — minta breakdown atau eliminasi.

Step 3 — Bandingkan timeline. Vendor yang quote lebih murah tapi timeline 2x lebih lama mungkin sebenarnya tidak lebih murah (cost momentum bisnis Anda).

Step 4 — Bandingkan team eksperience. Kalau vendor A pasangkan Anda dengan PM 8 tahun pengalaman + designer senior + tech lead 5 tahun, sedangkan vendor B pasangkan dengan PM 2 tahun + developer 1 tahun yang baru join — itu beda kelas, walau angkanya mirip.

Step 5 — Cek track record di range ini. Ada vendor yang quote Rp 80jt tapi sebagian besar project mereka Rp 5-15jt. Mereka belum pernah handle project di range Anda. Risk kualitas tinggi.

Step 6 — Cek post-launch support. Vendor A include 3 bulan garansi + paket maintenance fair. Vendor B selesai = selesai, tidak ada garansi, semua issue post-launch billable. Hidden cost besar.

Step 7 — Trust your instinct di pitch meeting. Setelah semua data di atas dievaluasi, Anda akan punya gut feeling. Trust itu — tapi backed by data, bukan hanya feeling.

Vendor termurah jarang yang terbaik. Vendor termahal juga jarang yang terbaik. Yang terbaik biasanya yang paling jujur — bahkan ketika kejujuran itu berarti mengakui kelemahan atau menolak sebagian scope.


Siapa yang Harus Mengerjakannya

Setelah Anda tahu range investasi yang masuk akal, pertanyaan berikutnya: vendor seperti apa yang tepat?

Ini bergantung pada kompleksitas project dan fase bisnis Anda. Kami tulis panduan terpisah tentang ini:

Dua artikel di atas akan membantu Anda evaluasi vendor secara terstruktur, bukan hanya berdasarkan harga.


Bagaimana Alba Tech Quote Project di Range Ini

Untuk transparansi, berikut bagaimana kami biasanya quote project di range Rp 30-150jt:

Range Rp 30-50 juta: kami quote untuk company profile premium dengan custom design + CMS + SEO foundation + 6 minggu timeline. Klien tipikal: B2B service provider, brand yang butuh kredibilitas digital. Project ini margin tipis untuk kami — kami terima karena strategic, untuk relationship jangka panjang.

Range Rp 50-80 juta: sweet spot untuk kami. Lead-generation website dengan funnel proper, integrasi CRM, analytics deep, performance optimal. Klien tipikal: B2B service yang serius dengan lead-gen, education provider, real estate developer.

Range Rp 80-120 juta: untuk operational hub — website + custom workflow + integration ke sistem internal. Klien tipikal: school dengan portal orangtua, klinik dengan booking + record, B2B distribution dengan reseller portal. Kami bagus di sini karena pengalaman integrasi (Sunshine HRIS untuk SUN Education, MOVES integrasi ERP Melandas).

Range Rp 120-150 juta: e-commerce serius atau platform revenue-generating. Kami pernah handle ini untuk client retail seperti Hippo (ILIOS B2B wholesale app), Outo (premium smart home Singapore).

Di atas Rp 150 juta: kami transparan kalau project Anda butuh stack enterprise lengkap (compliance OJK regulated industry, scale traffic ekstrem, integrasi sangat kompleks ke 5+ sistem internal), kami akan diskusikan kalau itu masuk akal untuk dikerjakan dengan kami atau lebih cocok dengan vendor enterprise.

Project di bawah Rp 30 juta — kami akan jujur bilang lebih cocok dengan freelancer atau platform marketplace. Bukan karena kami sombong, tapi karena overhead kami tidak ekonomis di sana — Anda tidak akan dapat value yang sepadan.


Pertanyaan Diagnostik untuk Menentukan Range Anda

Jawab pertanyaan ini secara internal sebelum mulai ngobrol dengan vendor:

1. Apa goal utama website ini?

  • Brand statement → Rp 30-80jt
  • Sales / lead-gen channel → Rp 40-100jt
  • Operational hub → Rp 60-150jt
  • Sales engine langsung (e-commerce) → Rp 80-200jt+

2. Berapa lama sistem ini akan dipakai?

  • 1-2 tahun lalu di-redesign → range bawah cukup
  • 3-5 tahun foundation → range tengah-atas, invest di flexibility

3. Berapa traffic yang Anda harapkan?

  • < 5,000 unique/bulan → range bawah cukup
  • 5,000-50,000 unique/bulan → range tengah, butuh optimization
  • 50,000+ unique/bulan → range atas, butuh infrastructure proper

4. Berapa banyak sistem internal yang harus integrasi?

  • 0-1 sistem → range bawah
  • 2-3 sistem → range tengah
  • 4+ sistem → range atas atau over (compleksitas integrasi membengkak cepat)

5. Berapa kritisnya untuk operasional?

  • Nice to have → range bawah cukup
  • Penting tapi bukan satu-satunya channel → range tengah
  • Tulang punggung bisnis → range atas, jangan kompromi

6. Berapa budget realistis perusahaan Anda?

  • Kalau revenue tahunan Rp 5-50 miliar → comfortable di Rp 30-80jt
  • Kalau revenue tahunan Rp 50-200 miliar → comfortable di Rp 60-150jt
  • Kalau revenue tahunan Rp 200 miliar+ → range Rp 100jt+ masuk akal

Kombinasi jawaban Anda akan jatuh ke range tertentu. Itu starting point untuk diskusi dengan vendor.


Pesan Akhir: Investasi vs Spending

Mindset terakhir yang penting: website bisnis yang serius adalah investasi, bukan spending.

Spending: Anda keluarkan uang, Anda dapat barang/jasa, selesai.

Investment: Anda keluarkan uang, Anda dapat aset yang menghasilkan return berkelanjutan — leads, sales, brand value, operational efficiency.

Website Rp 5jt yang tidak menghasilkan apa-apa adalah spending Rp 5jt yang sia-sia.

Website Rp 80jt yang menghasilkan 30 leads berkualitas per bulan adalah investasi yang ROI-nya bisa balik dalam 3-6 bulan.

Pertanyaan yang tepat bukan "berapa harga termurah yang bisa saya bayar?" tapi "berapa investasi yang akan menghasilkan ROI tertinggi untuk konteks bisnis saya?"

Jawaban itu jarang Rp 5jt. Jarang juga Rp 500jt. Untuk mayoritas bisnis menengah Indonesia, jawabannya ada di range Rp 30-150jt — range yang artikel ini bahas dengan jujur.


Tertarik Diskusi Project?

Kalau Anda sudah punya gambaran range yang masuk akal untuk konteks bisnis Anda dan mau diskusi spesifik dengan kami — atau bahkan mau second opinion soal quote yang Anda terima dari vendor lain — kami siap diskusi 30 menit gratis.

Kami akan jujur soal apakah project Anda fit dengan kami atau lebih cocok dengan vendor lain. Tidak setiap project cocok — dan itu tidak apa-apa.

Hubungi kami via WhatsApp →

Siap membangun produk digital Anda?

Konsultasi gratis. Kami bantu identifikasi solusi yang tepat untuk bisnis Anda.

Hubungi Kami via WhatsApp →